16 September 2015

DINDING-DINDING KESEPIAN

dalam derakderak matahari
dengan noda dan bercakbercak berwarna
bersama retak yang menganga
di hembusan lumut hijau tua
dia yang terikat selamanya

dinding-dinding sepanjang jalan itu bicara dan menangis
menunjuk teman yang mengkhianatinya
tanpaku apa jadimu! rutuknya
disibaklah pintu-pintu menuju hatinya
di sanalah tempat dia meletakkan temannya

teramat dalam bak goa-goa dunia
dinding-dinding itu memintaku
mencarikan untuknya temanteman baru
apa bisaku? jawab diriku saat itu
duduklah di sisiku jadilah lumut tua hijau itu.


AyundaSasmi.

26 Agustus 2015

LURUHNYA SI RAMA-RAMA

lalu disebarkan olehnya kupu-kupu
dengan warna merah muda yang semu
yang pudar karena kepaknya bergetar
saat kami sedang duduk diam
memandang lalu lalang jalan
mendengar dahandahan bergesekan

apa yang telah dijanjikan?
sebuah jamuan pergelaran?
atau suka ria hanya aksara di kemudian?
lalu disajikanlah keesokan hari
tangisan pada sarapan pagi
kupu-kupu jauh membawa diri.

30 Juli 2015

MERAYAKAN LARA

aku bosan kau paksa
halamanku terlebar jika kau terjengkang
pias sekali wajahmu macam banyak jenismu
kenapa kilat desisanmu itu, sayang?
bukan kamu!
bukan kamu!
tapakmu canda bakuku
tapi diriku bilang diriku merayu diriku
sayang.. tandukmu mendebumkanku
dan busurmu memang tenggelam dalam
apa itu sayangku?
belati?
cemeti?
atau gulali?
enyah sayang!
lekuk bibirmu kalah sudah
dan kismet kita telah menjauh pergi
hidupmu bukan untuk kembali
sayang.. aku tak sudi lagi