Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Fiore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Fiore. Tampilkan semua postingan

3 Juni 2014

DINI HARI BERGERAKGERIK

ditulis oleh Fiore

pencengkeram sunyi-sunyi
merebak mata sang maya-maya
menikmati pagi di malam hari
dengung-dengung sejengkal jalan
arak-arakan menjauhkan jalang
lalu malam menetap untuk semalam

pergi!
empat serigala datang kemari
serigala-serigala jantan tanggung
dengan jerit menggantung
dengan cakar menganga lebar
berkeliling dan berhenti
mengamati dan bercemeti
meninggalkan bercak bercipatran
tubuh-tubuh bergerak bergetar
bunyi-bunyi gerbang semakin menakutkan
menyisakan beringin dingin berdiri menemani

dan kami melihat besi tua berkarat
semerbak daging segar tercium menyengat
demi tuhan,
omong kosong!
karena binatang tak berupa binatang
karena hati hanya seonggok organ terbengkalai

tuhan,
duniamu sedang kacau
dan aku sedikit tercengang


(Tentang siapa Fiore dapat dibaca di sini)

7 Mei 2014

KERAMIK MERAH

ditulis oleh Fiore

negeri terjaga limbung
terkoyak tajam para seberang selatan
hijau tak lagi hijau
rimbun tergulung
yang berkaki terberit lari

pemegang bara mengangkat tangannya
bak ombak melawan ombak
jarak, jarak, dekat, sentuh
anyir,
pecah,
gores,
sayat,
nadi,
hembus.
lenyap hinggap
mengambil loreng si putih merah
mengambil darah trah-trah
hidup sang karapan
harumnya,
di rumahrumah, di jalan
hutan dan bahkan dalam kandungan

miliknya hanya miliknya
perebut mencabut yang tak mungkin dibiarkan lari dari akarnya
karena miliknya datang  bersama leluhur bermantra
karena miliknya datang bersama takdirtakdir 


(Tentang siapa Fiore dapat dibaca di sini)

15 April 2014

NoToNo NeGoRo

ditulis oleh fiore

puncak lingga nama
NoToNo
dan berisi yang jenaka
rangkaian tiga
tidak sampai tapak batasnya
jika To dan seterusnya No
jika No dan kemudian To
kapan jalan terulur rima Ro
NoToNo NeGoRo

(Tentang siapa Fiore dapat dibaca di sini)

15 Februari 2014

III

ditulis oleh fiore

Akulah derita
Akulah racun jiwa
Akulah duri yang membuka luka
Lalu, ditaruhlah aku di dalam hati

Akulah rumah penderitaan
Akulah sumber kesengsaraan
Akulah tangis yang membebani
Hidupnya menjadi kandas karena mimpi-mimpi buruk

Akulah sang penghancur
Akulah sang penebar duka
Akulah lara, pada sayat luka karena duriku
;Akulah derita


(tentang siapa Fiore dapat dibaca di sini)

4 Februari 2014

II

ditulis oleh fiore

Aku yakin kau selalu ingat,
bahwa kita pernah seperti balon-balon udara dengan warnanya yang membuat mata menyala indahnya.
Tapi ketika ungkap tersingkap segalanya seperti debu yang ditiupkan kelaut biru.
Apapun yang diucapkan akan sangat bisa merasuk ke hati walau jalannya hanya bisa dilewati ujung pensil runcing. Tapi ucapan hati tak selamanya bisa diucapkan walau dengan jalan lebar dan terang.

Ya, aku menginginkan bagaiman dia ada.
Bagaimana dia memanggilku tanpa memanggil yang lain begitu.
Sekarang aku takkan takut mencintai walau sampai membuatku pening.
Lalu akan kubiarkan setiap sakit hati yang ada, hingga akupun terbiasa karena terlalu seringnya ia mendekat padaku.
Hingga tak segan merasuk sepenuhnya pada setiap jarak yang tak terlihat ditubuh dan sukmaku.


(tentang siapa fiore dapat dibaca di sini)

31 Januari 2014

I

Ditulis oleh Fiore

Luapan keronta suatu senja
Bukan jingga dan kelam
Pekat,
menyayat bak tinta tumpah pada sekeping hati

Damai itu perih!
Derita malam bersentuhan lara
Daya tumbang tak terhingga
Menggilas bibir ranum senyum
Hilang lalu terbuang
Dan tak berbekas kenangan

Apa yang kuat dan terkuat bisa dilelehkan?
Upaya sang penghancur takkan pernah terkubur
Sebelum keping-keping
Butir demi butir
Abu berterbangan kemudian lenyap
Penghancur takkan mundur

Hinggap pada sehelai sayap rusak
Membebaninya dan menindas
Luapan keronta selalu ada
Luapan lara jingga senja.

(tentang siapa fiore, dapat dibaca di sini)

22 Januari 2014

PERKENALKAN; NAMANYA FIORE

Ada ungkapan yang mengatakan, bahwa sesuatu yang paling polos  terkadang mungkin malah memiliki kejujuran yang lebih indah dari apapun. Saya adalah salah satu yang mempercayai ungkapan tersebut. Dan saya mulai untuk percaya, ketika beberapa waktu lalu seorang sahabat mengirimkan beberapa puisinya (yang lebih suka dia sebut 'tulisan') kepada saya.