3 Juni 2011

SEBUAH SILUET SENJA

sebuah siluet senja
terbingkai di tembok usang
di suatu ruang yang tak pernah terjamah
dan tak kau kenali
di suatu waktu yang tak berdetak
dan tak pernah kau jalani

suatu saat aku akan mati di sana
sendirian


2011

GANG TUA, KESEPIAN DAN AKU

diantara tembok-tembok tua ini
aku tulis kembali keterasinganku
di hamparan masa lalu
yang begitu usang

nafasku tersengal
setiap kali kututup mata
ada bayangku
yang sibuk mencumbu kesepianku
di saat ruang dan waktu berkonspirasi
mengkhianatiku

di bawah lampu gang yang terus meredup
kutundukkan kepala
alkohol laknat tercium di udara
entah berapa lama aku menyembunyikan airmata
dibalik dendam dan kebencian
begitu membara

di jalan sempit tak bernama ini
aku menyadari
satu-satunya tempat untukku menuntut balas
: adalah di diriku sendiri



Solo, 2011

ODE UNTUK NADIRANI

setiap kali malam runtuh
kau selalu mendekapku dan menceritakan
bahwa semuanya akan berakhir bahagia
dan apa yang telah kita jalani selama ini
adalah sebuah penebusan untuk noda hitam
yang melekat kuat di dalam hati kita

setiap kali aku memandangi wajahku
di depan cermin kusam ini
kau buru-buru berlari dan memecahkannya
lalu memelukku erat
sedangkan serpihannya memantulkan wajah-wajah asing
yang tak pernah kukenali

aku begitu takut
kau akan berubah menjadi figur asing yang tak kukenali
aku begitu resah
kau berhenti mencintai hatiku
yang dingin dan tak lagi mampu merasakan apapun

dan setiap kali aku berdoa
kau menghilang entah kemana



juni, 2011