setiap kali malam runtuh
kau selalu mendekapku dan menceritakan
bahwa semuanya akan berakhir bahagia
dan apa yang telah kita jalani selama ini
adalah sebuah penebusan untuk noda hitam
yang melekat kuat di dalam hati kita
setiap kali aku memandangi wajahku
di depan cermin kusam ini
kau buru-buru berlari dan memecahkannya
lalu memelukku erat
sedangkan serpihannya memantulkan wajah-wajah asing
yang tak pernah kukenali
aku begitu takut
kau akan berubah menjadi figur asing yang tak kukenali
aku begitu resah
kau berhenti mencintai hatiku
yang dingin dan tak lagi mampu merasakan apapun
dan setiap kali aku berdoa
kau menghilang entah kemana
juni, 2011
3 Juni 2011
4 Januari 2011
BAGI SEBAGIAN
bagi sebagian jiwa
tak pernah ada tempat untuk pulang
tak ada jalan kembali seterang yang lain
bagi sebagian harapan
matahari telah redup jauh lebih awal
dan tak pernah bersinar lagi
bagi sebagian luka
tak ada suatu pengorbanan pun
yang mampu genap melunasi kepedihan
bagi sebagian perasaan
tempat mengadu hanyalah sebuah batu tak bernama
tanpa pengakuan dan tak ada tuan
tak satu katapun jawaban
Solo, 03.07
tak pernah ada tempat untuk pulang
tak ada jalan kembali seterang yang lain
bagi sebagian harapan
matahari telah redup jauh lebih awal
dan tak pernah bersinar lagi
bagi sebagian luka
tak ada suatu pengorbanan pun
yang mampu genap melunasi kepedihan
bagi sebagian perasaan
tempat mengadu hanyalah sebuah batu tak bernama
tanpa pengakuan dan tak ada tuan
tak satu katapun jawaban
Solo, 03.07
MALAM DI SUATU JALAN
dalam malam
ada dendam dan kesumat kebencian
dibawah lampu kota yang berpendar
dingin melahirkan sajak-sajak muram
tentang hati yang patah,
air mata,
dan keterasingan
Solo, 02.20
ada dendam dan kesumat kebencian
dibawah lampu kota yang berpendar
dingin melahirkan sajak-sajak muram
tentang hati yang patah,
air mata,
dan keterasingan
Solo, 02.20
Langganan:
Postingan (Atom)