9 Mei 2019

PUAN SELUBUNG MARUN

ditulis oleh Wepe

ku temui kamu di ruang yang tak ku kenali lagi sudutnya
sisi yang mengelilingi sekadar membatasi
kau tersenyum, tapi harumnya hampa
aku tertawa, seirama luka

kita berjalan menyusuri selasar rasa
ku rangkul tanganmu yang serama gema
kita terberak dalam asa yang dibatasi penolakan
kau sandarkan dagumu di belakang jatungku

bisakah kita menari seperti pagi tadi?
di sela gaduhnya malam karena kembang api?
aku merindukan ranum senyummu
aku menunggumu merayu

puan selubung marun,
jangan lagi kau tenggak pahit
tolonglah aku
tolonglah kamu

ku nanti kamu di ruang yang kita kenali lembabnya
dinding yang melindungi bukan hanya membatasi
kau tersenyum luapkan sungguh
aku tertawa melihat kita melewati luka.

25 April 2019

TENTANG JUNI

ditulis oleh Wepe

ada dalam diam membawa tanya
ada dalam tawa keraguan
bukan tentang langkah
bukan tentang tujuan

ada tetesan senyum yang ranum
kehampaan yang pelan mengharum
ketidakberdayaan
keraguan

duduk aku dengan perih yang ku kesampingkan
menanti cerita tentang pelangi yang membatu
keindahan yang ku ceritakan
kosong, juga lembab

rindu hanyalah legenda
ode tentang ketidakmampuan
sebuah angan yang tercipta karena keterpaksaan

ada dalam senyum sebuah penantian
kepastian yang berawal dari ragu
tentang langkah dengan satu tujuan
tentangmu

23 Oktober 2017

RUANG

di ruangruang maya ini
dirasakannya kehampaan terjadi
tercipta,
terjalin,
nyata,
ditujunya ruang sebelah kiri
ditemukannya pedangpedang tajam
tak kasatmata namun menyakitkan
dia sungguh tak tahan
segera ditengoknya ruang paling ujung
lalu matanya membengkak kesilauan
diraihnya pilar penopang
dan membalikkan badan
tergeletak kertas biru
bercorak pesawat terbang di depan pintu
diambillah,
diterbangkanlah,
sedangkan dirinya berlari
mencari percakapan di ladangladang
di pasar, di jalan dekat sekolahan
hanya yang seperti inilah
apa yang dibutuhkannya
percakapan tanpa ruangruang.