17 Maret 2012

80 KILOMETER MENUJU UTARA

sesungguhnya, aku tak pernah mencari jawaban
atas segala pertanyaan
sesungguhnya, aku tak pernah sibuk mempertanyakan lagi
adakah siluetmu di balik senja kota tua

oh, andai saja kau tahu

aku sudah terlampau lelah
sejak aku tahu bahwa cinta dan air mata
tak akan pernah lunas membayar apapun
bahkan darahkupun sudah terlalu berkilauan
dan sajak sajak yang dulu pernah kau baca
berceceran di antara jarak penebusan yang aku tempuh

oh, andai saja kau tahu

dalam delapan puluh kilometer yang membakar keyakinanku
aku telah menjelmakan seluruhnya
kini aku adalah suara yang menggemakan kesunyian
di lembah yang tak bertuan


Maret 2012

16 Maret 2012

BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKULAH YANG MEMBUNUH MATAHARI

ya,
karena pada akhirnya,
kau mengakui di muka pengadilan tanpa hakim
bahwa engkaulah yang berlumuran darah
bahwa engkaulah nabi yang tersalib oleh resah

dan bahwa akulah dombamu yang seluruhnya hitam,
bahkan aku masih menggenggam belati yang berukirkan
namamu


Maret, 2012

20 Februari 2012

SENJA PERTAMA

aku duduk di loteng senja itu
menatap kosong gambaran kehidupan maharumit
di gang tua yang hampa membisu

tidak!
kau tidak datang tiba-tiba
tampaknya kau tidak terlalu tergesa untuk menjelma
lebih dulu kau remas lembut naluriku
memaksaku menusukkan pandangan
dengan cara yang tak pernah bisa kumengerti
kepojok asing di antara rumah-rumah yang angkuh berdiri
menjadi pagar raksasa bagi hamparan jalan sempit ini

di sanalah kau berdiri
menatapku dengan sembilu
menyayat hatiku
sungguh, aku tak perlu mengenalmu
untuk merasakan rasa sakit yang terbingkai dengan jelas
di matamu

siapa kamu?
siapa kamu?
tak ada yang meluncur dari mulutku
setiap huruf membeku
sebeku mataku yang nanar menatapmu
bocah dengan wajah dan kaos
yang sama lusuh
aku tak pernah mengenalmu

adzan membuncah seketika membias di udara senja
sejenak ku tersentak
ku tersadar dengan terbata
dan ketika ku kembali
pojokan itu kosong
kau mungkin rapuh menjadi debu
terbang menuju ruang dan waktu
yang tak pernah kukenali

aku terpaku di tempatku
membisu,


Gang Surya Satu, Solo
10 April 2011