15 Juni 2019
B.A.D.U.T
9 Mei 2019
PUAN SELUBUNG MARUN
ku temui kamu di ruang yang tak ku kenali lagi sudutnya
sisi yang mengelilingi sekadar membatasi
kau tersenyum, tapi harumnya hampa
aku tertawa, seirama luka
kita berjalan menyusuri selasar rasa
ku rangkul tanganmu yang serama gema
kita terberak dalam asa yang dibatasi penolakan
kau sandarkan dagumu di belakang jatungku
bisakah kita menari seperti pagi tadi?
di sela gaduhnya malam karena kembang api?
aku merindukan ranum senyummu
aku menunggumu merayu
puan selubung marun,
jangan lagi kau tenggak pahit
tolonglah aku
tolonglah kamu
ku nanti kamu di ruang yang kita kenali lembabnya
dinding yang melindungi bukan hanya membatasi
kau tersenyum luapkan sungguh
aku tertawa melihat kita melewati luka.
25 April 2019
TENTANG JUNI
ada dalam diam membawa tanya
ada dalam tawa keraguan
bukan tentang langkah
bukan tentang tujuan
ada tetesan senyum yang ranum
kehampaan yang pelan mengharum
ketidakberdayaan
keraguan
duduk aku dengan perih yang ku kesampingkan
menanti cerita tentang pelangi yang membatu
keindahan yang ku ceritakan
kosong, juga lembab
rindu hanyalah legenda
ode tentang ketidakmampuan
sebuah angan yang tercipta karena keterpaksaan
ada dalam senyum sebuah penantian
kepastian yang berawal dari ragu
tentang langkah dengan satu tujuan
tentangmu
23 Oktober 2017
RUANG
dirasakannya kehampaan terjadi
tercipta,
terjalin,
nyata,
ditujunya ruang sebelah kiri
ditemukannya pedangpedang tajam
tak kasatmata namun menyakitkan
dia sungguh tak tahan
segera ditengoknya ruang paling ujung
lalu matanya membengkak kesilauan
diraihnya pilar penopang
dan membalikkan badan
tergeletak kertas biru
bercorak pesawat terbang di depan pintu
diambillah,
diterbangkanlah,
sedangkan dirinya berlari
mencari percakapan di ladangladang
di pasar, di jalan dekat sekolahan
hanya yang seperti inilah
apa yang dibutuhkannya
percakapan tanpa ruangruang.
8 Februari 2017
DONGENG UNTUK PENDONGENG
tentang hari-hari bergemerlap
tentang teriakan girang
lalu hidup menyusup
bahwa datang padanya resah adalah anugerah
kemudian dongeng itu terhenti begitu saja
diriku bilang di kemudian
di sebuah pagar untuk lelap
dongeng-dongeng yang menggantung
sebarkan saja pada pendongengmu
24 Agustus 2016
TERPERDAYA
5 April 2016
KIKU
dia mengatakan padaku kalimat semu
"yang tak berbekas di ingatan
ternyata kisah kami serupa krisan
yang mudah mengindah karena disemai
disenangi karena ujung tandan warna-warni
tidak akan terlupa walau mengering
namun tetap saja serupa krisan
yang mudah mengindah karena disemai."
lalu siang itu aku mengajukan tanya
pada penjaga toko jendela-jendela
bagaimana aku bertemu dengannya?
lalu diletakkan olehnya buku usang berdebu
di halaman-halaman buku itu kami bertemu
dengan satu tangkai bunga kering krisan kuning.
10 Februari 2016
SAJAK SENTUHAN EMBUN DI UDARA
melihat pohonpohon bertunas di luar jendela
dan rumput tinggi yang dipangkas sore hari
semilir membawa wangi meresonansi
seperti inikah derita melambung
tengoklah pada deretan pohon randu
menahan pilu karena dihinggapi benalu
buah kapasnya kuning mengering
namun pagi akan menepati janji
jika semalam telah hujan badai
randu tetap dicari untuk menemani lelap
embun tetap tercipta untuk tunastunas muda
bahagia
derita
bertandang dan bertolak diri
silih berganti.
8 Desember 2015
SAM, SALAM.
untuk sekali lagi saja katanya
di dekat perapian besi
dengan belahan jiwa duduk di sampingnya
tengoklah lagi rupanya
dengarkan lagi bahana celah rongganya
dia ingin disirami di sebelah timur
dari sumber air para tetangga
menjelang matahari memburam
yang dihantarkan saat terlelapnya
yang sampai ketika titisan darahnya belumlah datang
dan tanpa menuturkan petunjuk pada yang tersayang.
1 Desember 2015
LENTERA
berkecupan liar
bercinta dengan lengang
sambil mendoakan mereka yang tak berdoa
sambil menangisi mereka yang tak pernah terluka
, hingga lentera perlahan padam
bayangbayang memudar
lalu mati
mati hingga waktu kita akan hidup kembali
30 Oktober 2015
LALU
matahari melukai sudut matamu
gelap menyeret sukmaku
dan fabel tentang kita terukir di batu-batu
tergilas beratus lembar peradaban
tak pernah mampu untuk bertemu
prasasti tentang masa depan
yang kau ukir di masa lalu
lalu kudesiskan dalam gelombang nafsu
aku tak akan pernah percaya kau pernah
mengelabuhi maut dengan rayuanmu
layaknya kau yang melaknatku sebagai pembual
ketika aku bercerita bahwa halley pernah melintasi garis tanganku
lalu terbungkamlah kita
untuk kesekian kali
23 September 2015
KEPADA RAGA YANG MENDAPATKAN PENCAPAIAN
dan korona di mimpiku bersemayam di bibirnya
petang itu pun aku bercanda bersama bara
mencoba peruntungan dengan wangi-wangi air
yang mengalir dari celah rangkanya
di sudut yang tak terduga aku menemukan canduku
malam di atas malam gurau kami beralun
menulikan apa saja yang kentara
tentu saja kami tak sadar
bahwa isyarat yang terikat pada kami akan diterjang badai
hari itu adalah pagi hari yang sunyi
gelak kami seperti melakoni semedi
hati semua orang dingin seperti malam di padang pasir
kami mengulur benang bening tenggat demi tenggat
dan pada kisah kami yang seperti kilat
kepada raga yang mendapatkan pencapaiannya
kepada raga yang kemarin membuatku jatuh cinta.
16 September 2015
DINDING-DINDING KESEPIAN
26 Agustus 2015
LURUHNYA SI RAMA-RAMA
30 Juli 2015
MERAYAKAN LARA
halamanku terlebar jika kau terjengkang
pias sekali wajahmu macam banyak jenismu
kenapa kilat desisanmu itu, sayang?
bukan kamu!
bukan kamu!
tapakmu canda bakuku
tapi diriku bilang diriku merayu diriku
sayang.. tandukmu mendebumkanku
dan busurmu memang tenggelam dalam
apa itu sayangku?
belati?
cemeti?
atau gulali?
enyah sayang!
lekuk bibirmu kalah sudah
dan kismet kita telah menjauh pergi
hidupmu bukan untuk kembali
sayang.. aku tak sudi lagi
10 Juli 2015
PANCA KALA
tidak!
akan selalu tidak!
24 Juni 2015
24 JUNI, HAPPY BIRTHDAY TUAN!
ketika entah panas atau penghujan
di suatu tempat entah dimana
saat satu jiwa mulai tercengkeram dunia
menanti usia berlagak menjadi lana
adakah hari ini kau masih menanti
padahal kau adalah tanaman semak
tanpa ada yang menanam dan menyemai
muncul dan tumbuh sesuka hati entah untuk apa
apa yang ada dalam dirimu juga entah apa
tapi kau mencintai bunyi-bunyi sunyi
merangkainya dan menjadikannya damar
berterbangan bak percikan api yang disemburkan
kepada mereka yang ikut menikmati
bunyi-bunyi sunyi yang kau ciptakan
dan yang membekas diingatan
adalah mata tajam mirip milik aria
dalam,
kelam,
dingin,
seperti laut malam yang kau impikan
tapi camkan, ini sembunyi-sembunyi
dan camkan pula, ini bukan teka-teki
17 Juni 2015
MIMPI DI AWAL KEMARAU
mimpi pertamaku di awal kemarau
tentang adam dan hawa yang bercinta di nebula berwarna hitam
dan iblis yang menyaru sebagai ular
menyemburkan tulah ke arah rembulan
sebab yakinku,
awal peradaban dimulai di sana
pada hari terakhir peradaban sebelumnya
tuhan hanya merekonstruksi takdir
dan memfirmankan kepada kita dengan nama yang baru
lalu bagi kita yang tahu apa yang tak perlu kita tahu
diciptakanlah lubang hitam pengasingan
terjebak bersama pengkhianat dan pembangkang
yang dulu pernah menempati surga bersama para perawan
dan terjagalah aku,
ketika musim hujan tiba lalu mengakhiri mimpiku
mimpi yang belum genap hingga ujung
mimpi yang diganjilkan oleh spektrum
hingga satu-satunya yang bisa kuingat adalah,
telah tiba waktunya untuk membaiat adam dan hawa yang baru
28 Mei 2015
ASPIRATNOCOST - D'ASPHIE
sisa hujan semalam tergenang
menguapkan lagi riuhriuh ricuh
tawa-tawa dan jerit kegembiraan menyebar
derit pintu-pintu tertutup
lekuk bayang pergi berbarengan
di loronglorong yang wangi
gelak terderai enggan menjauh pergi
di awal hari yang sama
di pagi hari yang sama
gadisgadis yang sama
di siang terik pintu kembali berderik
menghempaskan badan yang terasa terbakar
berkeringat namun seharum daun dilam
mengulang kembali lelucon hari ini
lalu malam mendekat untuk mengikat
dan di kemudian hari malam adalah pengingat
semua hal terjadi akan menjadi suluh
menjadi dila di kehidupan mendatang
di tempat yang sama
di rumah yang sama
gadisgadis yang sama.